“Most plastic bottles used for soft drinks and water are made from polyethylene terephthalate (PET), which is highly recyclable. But as their use soars across the globe, efforts to collect and recycle the bottles to keep them from polluting the oceans are failing to keep up.” -The Guardian, 2017
Pernahkah anda menghitung berapa banyak sampah plastik yang kita hasilkan setiap harinya? Pernakah anda menghitung berapa banyak sampah kemasan yang dihasilkan dari belanja kebutuhan rumah tangga bulanan? Pernakah anda ke suatu destinasi wisata namun merasa risih karena ada banyak sampah yang mengurangi nilai estetika dan kenyamanan tempat tersebut? Atau, pernahkah anda frustasi dengan niat mengurangi sampah kemasan tapi tak bisa dilaksanakan karena tak punya aksesnya?
Berangkat dari keresahan-keresahan di atas, sebuah perusahaan bernama “Siklus Refill” membuka ritel tanpa menggunakan kemasan plastik. Konsumen bisa membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari dengan membawa tempat sendiri seperti, sabun cair, minyak goreng, parfume, sabun cuci, dll.
Ritel Siklus mulai didirikan sejak April 2020, yang didirikan seorang warga Jerman bernama Jane von Rabenou. Kemunculannya bertujuan untuk menanggulangi masalah sampah plastik sekaligus memenuhi kebutuhan warga sehari-hari dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan terbatas.
Ada dua model yang diterapkan oleh Siklus Refill dalam operasionalnya. Pertama adalah warung berjalan yang penjualnya mendatangi kawasan berpenghasilan rendah hingga menengah. Sesuai namanya, penjual menawarkan layanan isi ulang untuk sejumlah produk, seperti sampo, perawatan tubuh, produk pembersih, dan kopi. Sementara, model operasional kedua adalah dengan menempatkan mesin isi ulang di beberapa warung dan minimarket.
Ini merupakan sebuah inovasi bisnis yang ramah lingkungan dengan harga yang lumayan terjangkau oleh masyarakat umum. Namun, untuk saat ini, Siklus baru hadir di DKI Jakarta dan sekitarnya. “Siklus” mengaku tidak terburu-buru ekspansi karena ingin menyempurnakan model bisnis dengan bermitra melalui perusahaan FMCG lokal dan global terkemuka, sekaligus, mengumpulkan informasi yang cukup dari konsumen sebagai basis data untuk pengambilan keputusan.
Bagi anda yang berminat untuk berhenti menggunakan kemasan plastik dan bijak dalam belanja kebutuhan rumah tangga dengan menggunakan Siklus, cukup unduh aplikasi tersebut di ponsel anda lalu ikuti langkah-langkahnya dan pesanan anda akan diantar sampai depan rumah.
Harapan admin, semoga ritel ini bisa segera melakukan ekspansi ke berbagai daerah agar permasalahan terkait sampah yang ada di sekitar kita bisa sedikit demi sedikit teratasi. Namun, seyogianya kita sudah bisa menerapkan prinsip kerja “Siklus” dengan mengurangi penggunaan plastik. Misalnya, membawa keranjang/ kantong belanjaan sendiri saat berbelanja di supermarket atau pasar tradisional, membawa botol/ tumbler air minum sendiri saat bepergian, memilih produk kemasan refill, dll.
Last but not least, Jika anda berpikir bahwa anda tidak bisa membuat perubahan, PIKIR KEMBALI! Setiap isi ulang merupakan satu langkah menuju Indonesia bebas plastik! Jadi tunggu apalagi, ayo isi ulang!