Hakikat Lingkungan serta Upaya untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Melalui Lingkungan
Dikti (dalam Uno dan Mohamad, Nurdin. 2012:136) mengemukakan bahwa anak-anak usia muda sangat baik diajak untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas lingkungan hidup. Kita semuanya menyadari kualitas lingkungan dari hari ke hari, dari generasi ke generasi, bukannya semakin membaik tetapi malah sebaliknya. Lebih lanjut Dikti (dalam Uno dan Mohamad, Nurdin. 2012:136) menyadarkan masyarakat yang sudah terlanjur kurang memahami arti kualitas lingkungan untuk kelestarian umat manusia, sulit untuk dilakukan. Penanaman pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian kualitas lingkungan sangat baik apabila mulai diterapkan melalui pendidikan pada anak usia dini.
Selanjutnya Suleman, dkk (dalam Uno dan Mohamad, Nurdin. 2012:137) mendefinisikan bahwa lingkungan merupakan suatu keadaan di sekitar kita. Lingkungan secara umum terbagi atas dua jenis, yaitu lingkungan alam dan buatan.
Dengan demikian lingkungan merupakan salah satu potensi yang diciptakan oleh Allah SWT untuk digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia dalam menjalani hidup di dunia yang perlu dijaga kelestariannya.
Selanjutnya, mempelajari tentang seluk beluk serta pemanfaatan lingkungan ternyata siswa bukan hanya diajak untuk mempelajari konsep lingkungan, tetapi lingkungan pun dapat menjadi salah satu sumber belajar. Hal ini senada dengan pernyataan dan penuturan dari Depdiknas (dalam Uno dan Mohamad, Nurdin. 2012:137) yang mengemukakan bahwa belajar dengan menggunakan lingkungan memungkinkan siswa menemukan hubungan yang sangat bermakna antara ide-ide abstrak dan penerapan praktis di dalam konteks dunia nyata, konsep dipahami melalui proses penemuan, pemberdayaan dan hubungan. Winaputra (dalam Uno dan Mohamad, Nurdin. 2012:137) mengatakan bahwa pemanfaatan lingkungan didasari oleh pendapat pembelajaran yang lebih bernilai, sebab para siswa diharapkan dengan peristiwa dan keadaan yang seharusnya. Samatowa (dalam Uno dan Mohamad, Nurdin. 2012:137) juga mengatakan bahwa pembelajaran dapat dilakukan di luar kelas (out door education) dengan memanfaatkan lingkungan sebagai laboratorium alam. Selain itu pula, Iskandar (dalam Uno dan Mohamad, Nurdin. 2012:137) menyatakan bangkitnya motivasi belajar intrinsik siswa sangat dipengaruhi oleh motivasi ekstrinsik, yaitu behavior (lingkungan).
Langkah- Langkah Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan merupakan sumber belajar yang paling efektif dan efisien serta tidak membutuhkan biaya yang besar dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dengan kata lain pendekatan lingkungan merupakan strategi dan konsep pembelajaran yang cocok dan pas pada setiap proses pembelajaran.